Rabu, 23 November 2016

ANTROPOMETRI

ANTROPOMETRI
Istilah Antropometri berasal dari “anthro” yang berarti manusia dan “metri” yang berarti ukuran. Secara definitif antropometri dapat dinyatakan sebagai satu studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia. Manusia pada dasarnya akan memiliki bentuk, ukuran (tinggi, lebar, dst) berat dan lain – lain yang berbeda satu dengan yang lainnya. Antropometri secara luas akan digunakan sebagai pertimbangan – pertimbangan ergonomis dalam memerlukan interaksi manusia. Data antropometri yang berhasil diperoleh akan diaplikasikan secara luas antara lain dalam hal :
1.        Perancangan areal kerja (Work station, interior mobil, dll)
2.        Perancangan peralatan kerja seperti mesin, eqipment, perkakas (tools) dan sebagainya
3.        Perancangan produk – produk konsumtif seperti pakaian, kursi/meja, dll
4.        Perancangan lingkungan fisik
Bila hal ini dipandang ini hanya sebagai suatu pengukuran terhadap tubuh manusia semata maka hal ini mungkin dapat dilakukan dengan mudah. Namun kenyataan yang ada banyak didapati berbagai faktor dan kesulitan yang terlibat, baik itu berupa kenyataan bahwa ukuran tubuh manusia sangatlah beragam, serta tergantung pada umur, jenis kelamin, suku bangsa, bahkan kelompok pekerjaan.
Misalnya dari segi umur, umur merupakan suatu faktor yang penting dalam ukuran tubuh. Pada saat pertumbuhan badan berkaitan dengan dimensi tubuh manusia, berlangsung mencapai puncaknya pada usia belasan tahun hingga usia 20-an, bagi pria biasanya proses ini berlangsung lebih cepat beberapa tahun dibanding wanita. Suatu studi menyebutkan bahwa dimensi tubuh seseorang akan lebih kecil pada saat tua, bila dibanding dengan dirinya pada saat muda. Di sini jelas terlihat bahwa ukuran memang memegang peranan penting dalam dimensi tubuh manusia.
Faktor sosial ekonomi juga berakibat pada dimensi tubuh manusia ketersediaan sumber makanan dengan gizi yang baik pada golongan berpendapatan tinggi menyebabkan terhindarnya masakan kanak-kanak dari penyakit yang pada akhirnya berpengaruh pula pada perkembangan tubuh. Dimensi tubuh manusia yang berpengaruh pada perancangan ruang terbagi dalam dua jenis dasar, struktural dan fungsional. Dimensi struktural (biasanya disebut dimensi statis), mencakup pengukuran tubuh, baik kepala, dada, kaki dan lain-lain dalam posisi standard.
Tujuan pendekatan antropometri : adalah agar terjadi keserasian antara manusia dengan system kerja (man-machine system), sehingga menjadikan tenaga kerja dapat bekerja secara nyaman, baik dan efisien. Tenaga kerja akan bekerja secara terus menerus pada setiap hari kerja di tempat kerja tersebut. Karena itu perancangan tempat kerja dan peralatan pendukungnya menjadi penting agar sisi buruk yang ada pada setiap produk tidak muncul.
Antropometri merupakan bidang ilmu yang berhubungan dengan dimensi tubuh manusia. Dimensi-dimensi ini dibagi menjadi kelompok statistika dan ukuran persentil. Jika seratus orang berdiri berjajar dari yang terkecil sampai terbesar dalam suatu urutan, hal ini akan dapat diklasifikasikan dari 1 percentile sampai 100 percentile.
Data dimensi manusia ini sangat berguna dalam perancangan produk dengan tujuan mencari keserasian produk dengan manusia yang memakainya. Pemakaian data antropometri mengusahakan semua alat disesuaikan dengan kemampuan manusia, bukan manusia disesuaikan dengan alat.
Rancangan yang mempunyai kompatibilitas tinggi dengan manusia yang memakainya sangat penting untuk mengurangi timbulnya bahaya akibat terjadinya kesalahan kerja akibat adanya kesalahan disain (design-induced error).
Kenyamanan menggunakan alat bergantung pada kesesuaian ukuran alat dengan ukuran manusia. Jika tidak sesuai, maka dalam jangka waktu tertentu akan mengakibatkan stress tubuh antara lain dapat berupa lelah, nyeri, pusing.
Jika disadari bahwa perancangan suatu produk juga dilakukan oleh manusia, maka perancangan sistem manusia-mesin juga tidak lepas dari faktor-faktor manusia karena sebagian dari kesalahan-kesalahan kerja yang terjadi disebabkan oleh rancangan produk yang tidak mempunyai kompatibilitas dengan manusia yang menanganinya. Karena itu seorang perancang produk mempunyai peran besar dalam mengurangi risiko bahaya akibat kesalahan kerja.
Memang kesalahan adalah manusiawi, tetapi penelitian lebih jauh menunjukkan bahwa kesalahan manusia banyak disebabkan kesalahan rancangan produk. Ini menunjukkan bahwa kesalahan manusia berawal pada perancangannya yang ‘tidak manusiawi’ dan berakibat pada tahap pemakaiannya sebagaimana juga pada perawatannya.
Terdapat dua cara pengukuran yaitu anthropomentri statis dan anthropometri dinamis.
a. Anthropometri Statis
Pengukuran manusia pada posisi diam dan linier pada permukaan tubuh.
b. Anthropometri Dinamis
Pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melaksanakan kegiatannya.
a)      Pengukuran tingkat keterampilan sebagai pendekatan untuk mengerti keadaan mekanis dari suatu aktivitas
b)      Pengukuran jangkauan ruangan yang dibutuhkan saat kerja
c)      Pengukuran variabilitas kerja

Hal yang harus diperhatikan dalam proses pengukuran antropometri
a)      Pertama kali terlebih dahulu harus ditetapkan anggota tubuh yang mana nantinya akan difungsikan untuk mengoperasikan rancangan tersebut.
b)      Tentukan dimensi tubuh yang penting dalam proses perancangan tersebut, dalam hal ini juga perlu diperhatikan apakah harus menggunakan data structural body dimension ataukahfunctional body dimension.
c)      Selanjutnya tentukan populasi terbesar yang harus diantisipasi, diakomodasikan dan menjadi target utama pemakai rancangan produk tersebut.
d)     Tetapkan prinsip ukuran yang harus diikuti apakah rancangan tersebut untuk ukuran individual yang ekstrim, rentang ukuran yang fleksibel ataukah ukuran rata-rata.
e)      Pilih prosentase populasi yang harus diikuti.
f)       Untuk setiap dimensi tubuh yang telah didentifikasi selanjutnya pilih/tetapkan nilai ukurannya dari tabel data antropometri yang sesuai.
Antropometri dan Ergonomi             

            


                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar