ANTROPOMETRI
Istilah
Antropometri berasal dari “anthro” yang berarti manusia dan “metri” yang
berarti ukuran. Secara definitif antropometri dapat dinyatakan sebagai satu
studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia. Manusia pada
dasarnya akan memiliki bentuk, ukuran (tinggi, lebar, dst) berat dan lain –
lain yang berbeda satu dengan yang lainnya. Antropometri secara luas akan
digunakan sebagai pertimbangan – pertimbangan ergonomis dalam memerlukan
interaksi manusia. Data antropometri yang berhasil diperoleh akan diaplikasikan
secara luas antara lain dalam hal :
1. Perancangan
areal kerja (Work station, interior mobil, dll)
2. Perancangan
peralatan kerja seperti mesin, eqipment, perkakas (tools) dan sebagainya
3. Perancangan
produk – produk konsumtif seperti pakaian, kursi/meja, dll
4. Perancangan
lingkungan fisik
Bila hal ini dipandang ini hanya sebagai suatu
pengukuran terhadap tubuh manusia semata maka hal ini mungkin dapat dilakukan
dengan mudah. Namun kenyataan yang ada banyak didapati berbagai faktor dan
kesulitan yang terlibat, baik itu berupa kenyataan bahwa ukuran tubuh manusia
sangatlah beragam, serta tergantung pada umur, jenis kelamin, suku bangsa,
bahkan kelompok pekerjaan.
Misalnya dari segi umur, umur merupakan suatu faktor
yang penting dalam ukuran tubuh. Pada saat pertumbuhan badan berkaitan dengan
dimensi tubuh manusia, berlangsung mencapai puncaknya pada usia belasan tahun
hingga usia 20-an, bagi pria biasanya proses ini berlangsung lebih cepat beberapa
tahun dibanding wanita. Suatu studi menyebutkan bahwa dimensi tubuh seseorang
akan lebih kecil pada saat tua, bila dibanding dengan dirinya pada saat muda.
Di sini jelas terlihat bahwa ukuran memang memegang peranan penting dalam
dimensi tubuh manusia.
Faktor sosial ekonomi juga berakibat pada dimensi
tubuh manusia ketersediaan sumber makanan dengan gizi yang baik pada golongan
berpendapatan tinggi menyebabkan terhindarnya masakan kanak-kanak dari penyakit
yang pada akhirnya berpengaruh pula pada perkembangan tubuh. Dimensi tubuh
manusia yang berpengaruh pada perancangan ruang terbagi dalam dua jenis dasar,
struktural dan fungsional. Dimensi struktural (biasanya disebut dimensi
statis), mencakup pengukuran tubuh, baik kepala, dada, kaki dan lain-lain dalam
posisi standard.
Tujuan pendekatan antropometri : adalah agar terjadi keserasian
antara manusia dengan system kerja (man-machine system), sehingga menjadikan
tenaga kerja dapat bekerja secara nyaman, baik dan efisien. Tenaga kerja akan
bekerja secara terus menerus pada setiap hari kerja di tempat kerja tersebut.
Karena itu perancangan tempat kerja dan peralatan pendukungnya menjadi penting
agar sisi buruk yang ada pada setiap produk tidak muncul.
Antropometri
merupakan bidang ilmu yang berhubungan dengan dimensi tubuh manusia. Dimensi-dimensi
ini dibagi menjadi kelompok statistika dan ukuran persentil. Jika seratus orang
berdiri berjajar dari yang terkecil sampai terbesar dalam suatu urutan, hal ini
akan dapat diklasifikasikan dari 1 percentile sampai 100 percentile.
Data dimensi manusia ini sangat berguna dalam perancangan
produk dengan tujuan mencari keserasian produk dengan manusia yang memakainya.
Pemakaian data antropometri mengusahakan semua alat disesuaikan dengan
kemampuan manusia, bukan manusia disesuaikan dengan alat.
Rancangan yang mempunyai kompatibilitas tinggi dengan
manusia yang memakainya sangat penting untuk mengurangi timbulnya bahaya akibat
terjadinya kesalahan kerja akibat adanya kesalahan disain (design-induced
error).
Kenyamanan menggunakan alat bergantung pada kesesuaian
ukuran alat dengan ukuran manusia. Jika tidak sesuai, maka dalam jangka waktu
tertentu akan mengakibatkan stress tubuh antara lain dapat berupa lelah, nyeri,
pusing.
Jika disadari bahwa perancangan suatu produk juga
dilakukan oleh manusia, maka perancangan sistem manusia-mesin juga tidak lepas
dari faktor-faktor manusia karena sebagian dari kesalahan-kesalahan kerja yang
terjadi disebabkan oleh rancangan produk yang tidak mempunyai kompatibilitas
dengan manusia yang menanganinya. Karena itu seorang perancang produk mempunyai
peran besar dalam mengurangi risiko bahaya akibat kesalahan kerja.
Memang kesalahan adalah manusiawi, tetapi penelitian
lebih jauh menunjukkan bahwa kesalahan manusia banyak disebabkan kesalahan
rancangan produk. Ini menunjukkan bahwa kesalahan manusia berawal pada
perancangannya yang ‘tidak manusiawi’ dan berakibat pada tahap pemakaiannya
sebagaimana juga pada perawatannya.
Terdapat dua cara pengukuran yaitu anthropomentri statis
dan anthropometri dinamis.
a. Anthropometri Statis
Pengukuran manusia pada posisi diam dan linier pada
permukaan tubuh.
b. Anthropometri Dinamis
Pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam
keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat
pekerja tersebut melaksanakan kegiatannya.
a) Pengukuran
tingkat keterampilan sebagai pendekatan untuk mengerti keadaan mekanis dari
suatu aktivitas
b) Pengukuran
jangkauan ruangan yang dibutuhkan saat kerja
c) Pengukuran
variabilitas kerja
Hal
yang harus diperhatikan dalam proses pengukuran antropometri
a) Pertama
kali terlebih dahulu harus ditetapkan anggota tubuh yang mana nantinya akan
difungsikan untuk mengoperasikan rancangan tersebut.
b) Tentukan
dimensi tubuh yang penting dalam proses perancangan tersebut, dalam hal ini
juga perlu diperhatikan apakah harus menggunakan data structural body
dimension ataukahfunctional body dimension.
c) Selanjutnya
tentukan populasi terbesar yang harus diantisipasi, diakomodasikan dan menjadi
target utama pemakai rancangan produk tersebut.
d) Tetapkan
prinsip ukuran yang harus diikuti apakah rancangan tersebut untuk ukuran
individual yang ekstrim, rentang ukuran yang fleksibel ataukah ukuran
rata-rata.
e) Pilih
prosentase populasi yang harus diikuti.
f) Untuk
setiap dimensi tubuh yang telah didentifikasi selanjutnya pilih/tetapkan nilai
ukurannya dari tabel data antropometri yang sesuai.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar