Rabu, 23 November 2016

TP PENGUKURAN BEBAN KERJA DAN KELELAHAN FISIOLOGIS

SOAL
1.      Sebutkan dan jelaskan pengukuran – pengukuran fisiologis manusia!
2.      Jelaskan apa itu kerja, beban kerja, dan kelelahan akibat kerja!
3.      Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis kerja, dan berikan contohnya masing-masing tiga!
4.      Sebutkan dan jelaskan criteria-kriteria kerja!
5.      Sebutkan minimal10 faktor yang menyebabkan kelelahan dan sebutkan juga minimal tujuh cara mengukur tingkat kelelahan!
6.      (Soal bonus) (a) menurut anda, utarakan dengan  jelas kenapa kita harus mengukur bebean kerja dan kelelahan dari sudut pandang ergonomi. (b)utarakan juga hasil akhir dari penelitian yang serupa yang berkaitan dengan modul 4 ini.
JAWABAN
1.      Pengukuran fisiologis manusia
a.         Denyut jantung (heart rate) denyut jantung adalah suatu alat estimasi laju metabolism yang baik, kecuali dalam keadaan emosi (nurmianto,1996)
b.         energy expenditure atau oxygen consumption, Mengukur oksigen yang dikeluarkan melalui asupan energy selama bekerja (mega mutia, 2014)
c.         Suhu tubuh ( temperature badan) mempunyai hubungan yang linier dengan konsumsi oksigen atau pekerjaan yang dilakukan (grandjean,1998)
d.        Asam laktat juga menjadi sebab timbulnya kelelahan. Oleh karena itu, sebisa mungkin kadar asam laktat itu dikembalikan ke keadaan sebelum latihan, yaitu ke kadar yang rendah (guntara, 2014)
e.         Tekanan darah adalah salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya peningkatan tekanan darah adalah beban kerja yang dilakukan seseorang yang melebihi batas waktu normal serta lingkungan kerja yang memiliki tekanan panas berlebih (risk, dkk, 2014)
f.         Laju pengeluaran keringat berefek pada volume darah dalam jumlah banyak membawa panas dari dalam tubuh ke kulit untuk mencegah panas berlebihan (overheating).  Hal ini menyebabkan berkurangnya kadar air dalam tubuh. (setyowati, dkk 2013)

2.      Kerja , beban kerja, dan kelelahan akibat kerja
a.         Kerja adalah kegiatan melakukan sesuatu (KBBI,2015)
b.        Beban kerja adalah setiap pekerjaan yang dilakukan seorang operator akan menjadi beban fisik maupun mental (Tarwaka,2004)
c.         Kelelahan kerja adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat (Tarwaka,2004).  

3.      jenis-jenis kerja dan 3 contohnya masing-masing
a.         kerja mental/psikologis
mental, merupakan perhitungan beban kerja dengan mempertimbangkan aspek mental atau psikologis yang sangat melibatkan kinerja otak. Contohnya : bermain warewolf, menganalisa thesis dan mengambil keputusan (mega mutia, 2014)
b.        kerja fisiologis
fisik, meliputi perhitungan beban kerja berdasarkan criteria-kriteria fisik manusia  yang melibatkan kinerja otot atau kekuatan.
contohnya : mencangkul, memanjat, dan berlari (mega mutia, 2014)





4.      Kriteria kerja
                      a.         Kriteria Faali meliputi: Kecepatan denyut jantung, konsumsi Oksigen, Tekanan darah, Tingkat penguapan, Temperatur tubuh, komposisi kimiawi dalam darah dan air seni. Kriteria ini digunakan untuk mengetahui perubahan fungsi alat-alat tubuh.
                     b.         Kriteria Kejiwaan meliputi: pengujian tingkat kejiwaan pekerja, seperti tingkat kejenuhan, emosi, motivasi, sikap dan lain-lain. Kriteria kejiwaan digunakan untuk mengetahui perubahan kejiwaan yang timbul selama bekerja.
                      c.         Kriteria Hasil Kerja meliputi: hasil kerja yang diperoleh dari pekerja. Kriteria ini digunakan untuk mengetahui pengaruh seluruh kondisi kerja dengan melihat hasil kerja yang diperoleh dari pekerja tersebut.
(Modul Biomekanika,2010)

5.      Faktor penyebab kelelahan dan cara mengukur tingkat kelelahan
a.       Penyebab kelelahan
1)        lamanya waktu istirahat
2)        lamanya waktu bekerja
3)        tress kerja
4)        umur
5)        lingkungan fisik kerja
6)        monoton kerja
7)        konflik kerja
8)        intensitas penerangan
9)        besarnya beban tetap
10)    kondisi tubuh  (setyowati,Dina lusiana, 2014).



b.      Pengukur tingkat kelelahan
1)        The National Aeronautical And Space Administration Task Load Index (NASA TLX)
2)        uji psikomotor (Psychomotor test)
3)        uji hilangnya kelipan (flicker-fusion test)
4)        Borg Scale
5)        uji mental
6)        Harper Cooper Rating (HQR)
7)        Workload profile

6.      Soal bonus
a.       Mengukur beban kerja dan kelelahan fisiologis sangatlah penting untuk ergonomi, Karena hasil dari pengukuran beban kerja akan membantu sebagai tolak ukur dalam proses bekerja seseorang. Ergonomic merupakan ilmu yang mempelajari tentang keterbatasan manusia yang digunakan untuk merancang sistem kerja agar orang dapat bekerja secara efisien, efektif dan nyaman sehingga tidak menyebabkan kelelahan secara fisiologis  yang over pada saat bekerja.
b.      Hasil akhir jurnal
Standard Nordic Questionnaire (SNQ) dibuat untuk mengetahui keluhan yang dialami oleh operator selama melaksanakan aktivitas penggorengan kerupuk. Pengumpulan data SNQ diberikan kepada kedua tenaga kerja stasiun penggorengan. Penilaian berdasarkan kuisioner SNQ untuk pembobotan tidak sakit, agak sakit, sakit dan sangat sakit masing-masing adalah 1, 2, 3 dan 4. Gambar 1 menjelaskan bahwa persentase kategori sangat sakit tertinggi dialami oleh operator wanita.



1.png
 









Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisis dari pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pengukuran untuk operator wanita menunjukkan bahwa 80% konsumsi energi operator berada dalam kategori berat yaitu 351-379 KKal/jam sedangkan operator laki-laki hanya 20%. Berdasarkan %CVL operator operator wanita berada dalam kategori diperlukan perbaikan dan operator laki-laki hanya 60% yang berada dalam kategori diperlukan perbaikan selebihnya, berada dalam kategori tidak terjadi kelelahan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar