SOAL
1. Sebutkan
dan jelaskan pengukuran – pengukuran fisiologis manusia!
2. Jelaskan
apa itu kerja, beban kerja, dan kelelahan akibat kerja!
3. Sebutkan
dan jelaskan jenis-jenis kerja, dan berikan contohnya masing-masing tiga!
4. Sebutkan
dan jelaskan criteria-kriteria kerja!
5. Sebutkan
minimal10 faktor yang menyebabkan kelelahan dan sebutkan juga minimal tujuh
cara mengukur tingkat kelelahan!
6. (Soal
bonus) (a) menurut anda, utarakan dengan
jelas kenapa kita harus mengukur bebean kerja dan kelelahan dari sudut
pandang ergonomi. (b)utarakan juga hasil akhir dari penelitian yang serupa yang
berkaitan dengan modul 4 ini.
JAWABAN
1. Pengukuran
fisiologis manusia
a.
Denyut jantung (heart
rate) denyut jantung adalah suatu alat estimasi laju metabolism yang baik,
kecuali dalam keadaan emosi (nurmianto,1996)
b.
energy expenditure atau oxygen consumption,
Mengukur oksigen yang dikeluarkan melalui asupan energy selama bekerja (mega
mutia, 2014)
c.
Suhu tubuh (
temperature badan) mempunyai hubungan yang linier dengan konsumsi oksigen atau
pekerjaan yang dilakukan (grandjean,1998)
d.
Asam laktat juga
menjadi sebab timbulnya kelelahan. Oleh karena itu, sebisa mungkin kadar asam
laktat itu dikembalikan ke keadaan sebelum latihan, yaitu ke kadar yang rendah
(guntara, 2014)
e.
Tekanan darah adalah salah
satu faktor yang mempengaruhi terjadinya peningkatan tekanan darah adalah beban
kerja yang dilakukan seseorang yang melebihi batas waktu normal serta
lingkungan kerja yang memiliki tekanan panas berlebih (risk, dkk, 2014)
f.
Laju pengeluaran
keringat berefek pada volume darah dalam jumlah banyak membawa panas dari dalam
tubuh ke kulit untuk mencegah panas berlebihan (overheating). Hal ini menyebabkan berkurangnya kadar air
dalam tubuh. (setyowati, dkk 2013)
2.
Kerja , beban kerja, dan kelelahan akibat kerja
a.
Kerja adalah kegiatan
melakukan sesuatu (KBBI,2015)
b.
Beban kerja adalah
setiap pekerjaan yang dilakukan seorang operator akan menjadi beban fisik
maupun mental (Tarwaka,2004)
c.
Kelelahan kerja adalah
suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih
lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat (Tarwaka,2004).
3.
jenis-jenis kerja dan 3
contohnya masing-masing
a.
kerja mental/psikologis
mental, merupakan
perhitungan beban kerja dengan mempertimbangkan aspek mental atau psikologis
yang sangat melibatkan kinerja otak. Contohnya : bermain warewolf, menganalisa
thesis dan mengambil keputusan (mega mutia, 2014)
b.
kerja fisiologis
fisik, meliputi
perhitungan beban kerja berdasarkan criteria-kriteria fisik manusia yang melibatkan kinerja otot atau kekuatan.
contohnya : mencangkul,
memanjat, dan berlari (mega mutia, 2014)
4. Kriteria
kerja
a.
Kriteria Faali meliputi: Kecepatan denyut jantung, konsumsi Oksigen,
Tekanan darah, Tingkat penguapan, Temperatur tubuh, komposisi kimiawi dalam
darah dan air seni. Kriteria ini digunakan untuk mengetahui perubahan fungsi
alat-alat tubuh.
b.
Kriteria Kejiwaan meliputi: pengujian tingkat kejiwaan pekerja, seperti
tingkat kejenuhan, emosi, motivasi, sikap dan lain-lain. Kriteria kejiwaan
digunakan untuk mengetahui perubahan kejiwaan yang timbul selama bekerja.
c.
Kriteria Hasil Kerja meliputi: hasil kerja yang diperoleh dari pekerja.
Kriteria ini digunakan untuk mengetahui pengaruh seluruh kondisi kerja dengan
melihat hasil kerja yang diperoleh dari pekerja tersebut.
(Modul Biomekanika,2010)
5. Faktor
penyebab kelelahan dan cara mengukur tingkat kelelahan
a.
Penyebab kelelahan
1)
lamanya waktu istirahat
2)
lamanya waktu bekerja
3)
tress kerja
4)
umur
5)
lingkungan fisik kerja
6)
monoton kerja
7)
konflik kerja
8)
intensitas penerangan
9)
besarnya beban tetap
10) kondisi
tubuh (setyowati,Dina lusiana, 2014).
b. Pengukur tingkat
kelelahan
1)
The National
Aeronautical And Space Administration Task Load Index (NASA TLX)
2)
uji psikomotor (Psychomotor test)
3)
uji hilangnya kelipan (flicker-fusion test)
4)
Borg Scale
5)
uji mental
6)
Harper
Cooper Rating (HQR)
7)
Workload profile
6. Soal bonus
a. Mengukur beban kerja dan kelelahan
fisiologis sangatlah penting untuk ergonomi, Karena hasil dari pengukuran beban
kerja akan membantu sebagai tolak ukur dalam proses bekerja seseorang.
Ergonomic merupakan ilmu yang mempelajari tentang keterbatasan manusia yang
digunakan untuk merancang sistem kerja agar orang dapat bekerja secara efisien,
efektif dan nyaman sehingga tidak menyebabkan kelelahan secara fisiologis yang over pada saat bekerja.
b. Hasil akhir jurnal
Standard Nordic
Questionnaire (SNQ) dibuat untuk mengetahui
keluhan yang dialami oleh operator selama melaksanakan aktivitas penggorengan
kerupuk. Pengumpulan data SNQ diberikan kepada kedua tenaga kerja stasiun
penggorengan. Penilaian berdasarkan kuisioner SNQ untuk pembobotan tidak sakit,
agak sakit, sakit dan sangat sakit masing-masing adalah 1, 2, 3 dan 4. Gambar 1
menjelaskan bahwa persentase kategori sangat sakit tertinggi dialami oleh
operator wanita.
![]() |
Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisis dari
pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pengukuran untuk
operator wanita menunjukkan bahwa 80% konsumsi energi operator berada dalam
kategori berat yaitu 351-379 KKal/jam sedangkan operator laki-laki hanya 20%.
Berdasarkan %CVL operator operator wanita berada dalam kategori diperlukan
perbaikan dan operator laki-laki hanya 60% yang berada dalam kategori
diperlukan perbaikan selebihnya, berada dalam kategori tidak terjadi kelelahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar