Rabu, 23 November 2016

TP WORK SAMPLING

1.      Sebutkan dan jelaskan defenisi work sampling menurut para ahli serta kelebihan serta kekurangan dari work sampling!
a)      Menurut Sritomo
Work sampling adalah salah satu teknik untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja dari mesin, proses atau pekerja/operator.
b)      Menurut Wignjosoebroto
Work sampling merupakan teknik pengukuran kerja langsung untuk mengamati aktivitas mesin, operator atau proses dimana pengamatan dilakukan secara acak menurut hukum probabilitas.
c)      Kelebihan:
1)      Tidak menggunakan biaya yang besar dibanding pengamatan yangkontinu.
2)      Tidak memerlukan pelatihan dan keahlian khusus dari pengamat.
3)      Memberikan tingkat akurasi yang memadai secara statistik.
4)      Memberikan lebih sedikit gangguan kepada pekerja daripada pengamatanlangsung yang kontinu.
5)      Memberikan indikasi seberapa efektif pekerja pada proyek secara keseluruhan.
d)     Kekurangannya:
1)      Membutuhkan waktu lebih lama.
2)      Siklus tidak jelas

2.      Jelaskan yang dimaksud dengan faktor penyesuaian secara westinghouse dan secara objektif serta faktor kelonggaran + ketetapan-ketetapannya!
a)      Faktor penyesuaian westinghouse
Westinghouse Company (1927) ikut dalam memperkenalkan sistem yang dianggap lebih lengkap dibandingkan dengan sistem yang dilaksanakan oleh Bedaux. Keterampilan dan usaha yang telah dinyatakan oleh Bedaux sebagai faktor yang mempengaruhi performance manusia, maka Westinghouse menambahkan lagi dengan kondisi kerja (working condition) dan konsistensi dari operator didalam melakukan pekerjaan.
b)      Faktor penyesuaian cara objektif
Cara objektif juga digunakan untuk menghitung waktu baku. Menentukan dengan cara objektif sebelumnya harus memperhatikan 2 faktor yaitu:
1)    Kecepatan kerja.
Wajar               :  P =1
Lambat            :  P < 1
Cepat               :  P > 1
2)    Tingkat kesulitan pekerjaan.
Masing- masing pekerjaan mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Secara garis besarnya tingkat kesulitan suatu pekerjaan dibagi dalam tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi 
c)      Kelonggaran diberikan untuk tiga hal yaitu untuk kebutuhan pribadi, menghilangkan rasa fatique, dan hambatan – hambatan yang tidak dapat dihindarkan. Ketiganya ini merupakan hal yang secara nyata dibutuhkan oleh pekerja, dan yang selama pengukuran tidak diamati, diukur, dicatat, ataupun dihitung. Karenanya sesuai pengukuran dan setelah mendapatkan waktu normal, kelonggaran perlu ditambahkan.

3.      Jelaskan apa yang dimaksud waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku + rumusnya!
a)      Waktu siklus merupakan jumlah waktu tiap-tiap elemen kerja.
Rumus:            Ws =
Ket:     Xi = jumlah waktu penyelesaian diamati
            N  = banyaknya pengamatan yang dilakukan
b)      Waktu normal adalah waktu penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan oleh pekerja dalam kondisi  wajar dan kemampuan rata-rata.
Rumus:            Wn = Ws x P
Ket: P = Faktor Penyesuaian
c)      Waktu baku adalah waktu yang dibutuhkan oleh seorang pekerja yang memiliki tingkat kemampuan rata-rata untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Rumus:            Wb = Wn + l(Wn)

4.      Jelaskan langkah-langkah yang dijalankan sebelum melakukan sampling pekerjaan!
Langkah-langkah yang dijalankan sebelum sampling dilakukan, yaitu:
a)      Menetapkan tujuan pengukuran yaitu untuk apa work sampling dilakukan yang akan menentukan besarnya tingkat ketelitian dan keyakinan.
b)      Work sampling ditujukan untuk mendapatkan waktu baku, lakukanlah penelitian pendahuluan untuk mengetahui ada tidaknya sistem kerja yang baik.
c)      Memilih operator atau operator-operator yang baik.
d)     Mengadakan pelatihan untuk operator yang dipilih agar bisa dan terbiasa dengan sistem kerja yang dilakukan.
e)      Melakukan pemisahan kegiatan sesuai yang ingin didapatkan.
f)       Menyiapkan peralatan yang diperlukan berupa papan pengamatan, lembar-lembar pengamatan, pena atau pensil
g)      Menentukan waktu pengamatan melalui bilangan acak dari tabel bilangan random atau dari komputer.

5.      Jelaskan ciri-ciri tiap kelas dari skill dan effort!
a)      Skill:
1)      SUPER SKILL :
a.       Secara bawaan cocok sekali dengan pekerjaannya.
b.      Bekerja dengan sempurna
c.       Tampak seperti telah terlatih dengan sangat baik
d.      Gerakan – gerakannya halus tetapi sangat cepat sehingga sulit untuk diikuti.
e.       Kadang – kadang terkesan tidak berbeda dengan gerakan – gerakan mesin.
f.       Perpindahan dari satu elemen pekerjaan ke elemen lainnya tidak terlampau terlihat karena lancarnya.
g.      Tidak terkesan adanya gerakan – gerakan berpikir dan merencanakan dan merencanakan tentang apa yang dikerjakan (sudah sangat otomatis)
h.      Secara umum dapat dikatakan bahwa pekerjaan bersangkutan adalah pekerjaan yang baik.
2)      EXCELLENT SKILL :
a.       Percaya pada diri sendiri
b.      Tampak cocok dengan pekerjaannya.
c.       Terlihat telah terlatih baik.
d.      Bekerjanya teliti dengan tidak banyak melakukan pengukuran–pengukuran atau pemeriksaan–pemeriksaan.
e.       Gerakan–gerakan kerja beserta urutan–urutannya dijalankan tanpa kesalahan.
f.       Menggunakan peralatan dengan baik.
g.      Bekerjanya cepat tanpa mengorbankan mutu.
h.      Bekerjanya cepat tetapi halus.
i.        Bekerja berirama dan terkoordinasi.
3)      GOOD SKILL :
a.       Kwalitas hasil baik.
b.      Bekerjanya tampak lebih baik dari pada kebanyakan pekerjaan pada umumnya.
c.       Dapat memberikann petunjuk – petunjuk pada pekerja lain yang keterampilannya lebih rendah.
d.      Tampak jelas sebagai kerja yang cakap .
e.       Tidak memerlukan banyak pengawasan.
f.       Tiada keragu – raguan
g.      Bekerjanya “stabil”
h.      Gerakannya – gerakannya terkoordinasi dengan baik.
i.        Gerakan – gerakannya cepat.
4)      AVERAGE SKILL :
a.       Tampak adanya kepercayaan pada diri sendiri.
b.      Gerakannya cepat tetapi tidak lambat.
c.       Terlihatnya ada pekerjaan – pekerjaan yang perencana.
d.      Tampak sebagai pekerja yang cakap.
e.       Gerakan – gerakannya cukup menunjukan tidak adanya keragu – raguan.
f.       Mengkoordinasikan tangan dan pikiran dengan cukup baik.
g.      Tampak cukup terlatih dan karenanya mengetahui seluk beluk pekerjaannya.
h.      Bekerjanya cukup teliti.
i.        Secara keseluruhan cukup memuaskan.
5)      FAIR SKILL :
a.       Tampak terlatih tetapi belum cukup baik.
b.      Mengenal peralatan dan lingkuan secukupnya.
c.       Terlihat adanya perencanaan – perencanaan sebelum melakukan gerakan.
d.      Tidak mempunyai kepercayaan diri yang cukup.
e.       Tampaknya seperti tidak cocok dengan pekerjaannya tetapi telah ditempatkan dipekerjaan itu sejak lama.
f.       Mengetahui apa yang dilakukan dan harus dilakukan tetapi tampak selalu tidak yakin.
g.      Sebagian waktu terbuang karena kesalahan – kesalahan sendiri.
h.      Jika tidak bekerja sungguh – sungguh outputnya akan sangat rendah
i.        Biasanya tidak ragu-ragu dalam menjalankan gerakan-gerakanya.
6)      POOR SKILL :
a.       Tidak bisa mengkoordinasikan tangan dan pikiran.
b.      Gerakan – gerakannya kaku.
c.       Kelihatan ketidak yakinannya pada urutan – urutan gerakan.
d.      Seperti yang tidak terlatih untuk pekerjaan yang bersangkutan.
e.       Tidak terlihat adanya kecocokan dengan pekerjaannya.
f.       Ragu – ragu dalam menjalankan gerakan – gerakan kerja.
g.      Sering melakukan kesalahan – kesalahan
h.      Tidak adanya kepercayaan pada diri sendiri.
i.        Tidak bisa mengambil inisiatif sendiri.
b)      Effort:
1)      EXCESSIVE EFFORT :
a.       Kecepatan sangat berlebihan.
b.      usahanya sangat besungguh – sungguh tetapi dapat membahayakan kesehatannya.
c.       Kecepatan yang ditimbulkannya tidak dapat dipertahankan sepanjang hari kerja.
2)      EXELLENT EFFORT :
a.       Jelas terlihat kecepatan kerjannya yang tinggi
b.      Gerakan – gerakan lebih “ekonomis” daripada operator – operator biasa.
c.       Penuh perhatian pada pekerjaannya.
d.      Banyak memberi saran - saran.
e.       Menerima saran – saran dan petunjuk dengan senang.
f.       Percaya pada kebaikan maksud pengukuran waktu.
g.      Tidak dapat bertahan lebih dari beberapa hari.
h.      Bangga atas kelebihannya.
i.        Gerakan – gerakan yang salah terjadi sangat jarang sekali.
j.        Bekerja sitematis.
k.      Karena lancarnya, perpindahan dari satu element keelemen lainnya tidak terlihat.
3)      GOOD EFFORT :
a.       Bekerja berirama
b.      Saat – saat menganggur sangat sedikit, bahkan kadang – kadang tidak ada.
c.       Penuh perhatian pada pekerjaan.
d.      Senang pada pekerjaannya
e.       Kecepatannya baik dan dapat dipertahankan sepanjang hari.
f.       Percaya pada kebaikan maksut pengukuran waktu.
g.      Menerima saran – saran dan petunjuk – petunjuk dengan senang.
h.      Dapat memberikan saran – saran untuk perbaikan kerja.
i.        Tempat kerjanya diatur dengan baik dan rapi.
j.        Menggunakan alat – alat yang tepat dengan baik.
k.      Memelihara dengan baik kondisi peralatan.
4)      AVERAGE EFFORT :
a.       Tidak sebaik good, tetapi lebih baik dari poor.
b.      Bekerja dengan Stabil.
c.       Menerima saran – saran tetapi tidak melaksanakannya.
d.      Set Up dilakukan dengan baik.
e.       Melakukan kegiatan – kegiatan perencanaan.
5)      FAIR EFFORT :
a.       Saran – saran yang baik diterima dengan kesal.
b.      Kadang – kadang perhatian tidak ditujukan pada pekerjaanya.
c.       Kurang sungguh – sungguh.
d.      Tidak mengeluarkan tenaga dengan secukupnya.
e.       Terjadi sedikit penyimpangan dari cara kerja baku.
f.       Alat – alat yang dipakainya tidak selalu yang terbaik.
g.      Terlihat adanya kecenderungan kurang perhatian pada pekerjaanya.
h.      Terlampau hati – hati.
i.        Sistematika kerjanya sedang – sedang aja.
j.        Gerakan – gerakan tidak terencana.
6)      POOR EFFORT:
a.       Banyak membuang – buang waktu.
b.      Tidak memperhatikan adanya minat bekerja.
c.       Tidak mau menerima saran – saran.
d.      Tampak malas dan lambat bekerja.
e.       Melakukan gerakan – gerakan yang tidak perlu untuk mengambil alat – alat dan bahan – bahan.
f.       Tempat kerjanya tidak diatur rapi.
g.      Tidak perduli pada cocok/ baik tidaknya peralatan yang dipakai.
h.      Mengubah – ubah tata letak tempat kerja yang telah diatur.
i.        Set Up kerjanya terlihat tidak baik.

6.      Jelaskan masing-masing modul yang sudah kalian lewati menurut pemahaman masing-masing!
Modul 2 adalah melakukan pengukuran dimensi tubuh manusia baik itu statis maupun dinamis yang kemudian diterapkan pada sebuah produk yang ditentukan.
Modul 3 adalah melakukan pengukuran terhadap posisi tubuh pada saat melakukan aktivitas kerja untuk menganalisa tingkat atau level dari posisi kerjanya apakah perlu perbaikan terhadap posturnya saat melakukan pekerjaan atau tidak.
Modul 4 adalah melakukan pengukuran terhadap beban kerja yang dilakukan dengan menghitung denyut nadi pada saat sebelum bekerja, sedang bekerja, dan recovery pasca bekerja.
Modul 5 adalah melakukan pengukuran performansi kerja berupa waktu reaksi dan kemampuan mengingat yang dilakukan pada beberapa kondisi lingkungan pekerjaan.


7.      Cari masing-masing jurnal mengenai work sampling (masing-masing praktikan berbeda)!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar