1. Sebutkan dan jelaskan defenisi work sampling menurut
para ahli serta kelebihan serta kekurangan dari work sampling!
a) Menurut Sritomo
Work sampling adalah salah satu teknik untuk mengadakan
sejumlah besar pengamatan terhadap aktivitas kerja dari mesin, proses atau
pekerja/operator.
b) Menurut Wignjosoebroto
Work sampling merupakan teknik pengukuran kerja langsung untuk
mengamati aktivitas mesin, operator atau proses dimana pengamatan dilakukan secara
acak menurut hukum probabilitas.
c) Kelebihan:
1)
Tidak menggunakan
biaya yang besar dibanding pengamatan yangkontinu.
2)
Tidak
memerlukan pelatihan dan keahlian khusus dari pengamat.
3)
Memberikan
tingkat akurasi yang memadai secara statistik.
4)
Memberikan
lebih sedikit gangguan kepada pekerja daripada pengamatanlangsung yang kontinu.
5)
Memberikan
indikasi seberapa efektif pekerja pada proyek secara keseluruhan.
d) Kekurangannya:
1)
Membutuhkan
waktu lebih lama.
2)
Siklus
tidak jelas
2. Jelaskan yang dimaksud dengan faktor penyesuaian
secara westinghouse dan secara objektif serta faktor kelonggaran +
ketetapan-ketetapannya!
a)
Faktor
penyesuaian westinghouse
Westinghouse
Company (1927) ikut dalam memperkenalkan sistem yang dianggap lebih lengkap
dibandingkan dengan sistem yang dilaksanakan oleh Bedaux. Keterampilan dan
usaha yang telah dinyatakan oleh Bedaux sebagai faktor yang mempengaruhi
performance manusia, maka Westinghouse menambahkan lagi dengan kondisi kerja
(working condition) dan konsistensi dari operator didalam melakukan pekerjaan.
b) Faktor penyesuaian cara objektif
Cara objektif juga digunakan untuk menghitung waktu baku. Menentukan dengan
cara objektif sebelumnya harus memperhatikan 2 faktor yaitu:
1) Kecepatan kerja.
Wajar
: P =1
Lambat
: P < 1
Cepat
: P
> 1
2) Tingkat kesulitan pekerjaan.
Masing- masing
pekerjaan mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Secara garis besarnya
tingkat kesulitan suatu pekerjaan dibagi dalam tiga kategori, yaitu rendah,
sedang, dan tinggi
c)
Kelonggaran diberikan untuk tiga hal
yaitu untuk kebutuhan pribadi, menghilangkan rasa fatique, dan hambatan –
hambatan yang tidak dapat dihindarkan. Ketiganya ini merupakan hal yang secara
nyata dibutuhkan oleh pekerja, dan yang selama pengukuran tidak diamati, diukur,
dicatat, ataupun dihitung. Karenanya sesuai pengukuran dan setelah mendapatkan
waktu normal, kelonggaran perlu ditambahkan.
3. Jelaskan apa yang dimaksud waktu siklus, waktu
normal, dan waktu baku + rumusnya!
a)
Waktu siklus merupakan jumlah waktu
tiap-tiap elemen kerja.
Rumus: Ws = 
Ket:
Xi = jumlah waktu penyelesaian diamati
N
= banyaknya pengamatan yang dilakukan
b)
Waktu normal adalah waktu penyelesaian
pekerjaan yang diselesaikan oleh pekerja dalam kondisi wajar dan kemampuan rata-rata.
Rumus: Wn = Ws x P
Ket:
P = Faktor Penyesuaian
c)
Waktu baku adalah waktu
yang dibutuhkan oleh seorang pekerja yang memiliki tingkat kemampuan rata-rata
untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Rumus: Wb = Wn + l(Wn)
4. Jelaskan langkah-langkah yang dijalankan sebelum
melakukan sampling pekerjaan!
Langkah-langkah yang dijalankan
sebelum sampling dilakukan, yaitu:
a)
Menetapkan tujuan pengukuran yaitu untuk
apa work sampling dilakukan yang akan menentukan besarnya tingkat ketelitian
dan keyakinan.
b)
Work sampling ditujukan untuk
mendapatkan waktu baku, lakukanlah penelitian pendahuluan untuk mengetahui ada
tidaknya sistem kerja yang baik.
c)
Memilih operator atau operator-operator
yang baik.
d)
Mengadakan pelatihan untuk operator yang
dipilih agar bisa dan terbiasa dengan sistem kerja yang dilakukan.
e)
Melakukan pemisahan kegiatan sesuai yang
ingin didapatkan.
f)
Menyiapkan peralatan yang diperlukan
berupa papan pengamatan, lembar-lembar pengamatan, pena atau pensil
g)
Menentukan waktu pengamatan melalui
bilangan acak dari tabel bilangan random atau dari komputer.
5. Jelaskan ciri-ciri tiap kelas dari skill dan
effort!
a)
Skill:
1) SUPER
SKILL :
a. Secara
bawaan cocok sekali dengan pekerjaannya.
b. Bekerja
dengan sempurna
c. Tampak
seperti telah terlatih dengan sangat baik
d. Gerakan
– gerakannya halus tetapi sangat cepat sehingga sulit untuk diikuti.
e. Kadang
– kadang terkesan tidak berbeda dengan gerakan – gerakan mesin.
f. Perpindahan
dari satu elemen pekerjaan ke elemen lainnya tidak terlampau terlihat karena
lancarnya.
g. Tidak
terkesan adanya gerakan – gerakan berpikir dan merencanakan dan merencanakan
tentang apa yang dikerjakan (sudah sangat otomatis)
h. Secara
umum dapat dikatakan bahwa pekerjaan bersangkutan adalah pekerjaan yang baik.
2) EXCELLENT SKILL :
a. Percaya
pada diri sendiri
b. Tampak
cocok dengan pekerjaannya.
c. Terlihat
telah terlatih baik.
d. Bekerjanya
teliti dengan tidak banyak melakukan pengukuran–pengukuran atau
pemeriksaan–pemeriksaan.
e. Gerakan–gerakan
kerja beserta urutan–urutannya dijalankan tanpa kesalahan.
f. Menggunakan
peralatan dengan baik.
g. Bekerjanya
cepat tanpa mengorbankan mutu.
h. Bekerjanya
cepat tetapi halus.
i.
Bekerja berirama dan terkoordinasi.
3) GOOD
SKILL :
a. Kwalitas
hasil baik.
b. Bekerjanya
tampak lebih baik dari pada kebanyakan pekerjaan pada umumnya.
c. Dapat
memberikann petunjuk – petunjuk pada pekerja lain yang keterampilannya lebih rendah.
d. Tampak
jelas sebagai kerja yang cakap .
e. Tidak
memerlukan banyak pengawasan.
f. Tiada
keragu – raguan
g. Bekerjanya
“stabil”
h. Gerakannya
– gerakannya terkoordinasi dengan baik.
i.
Gerakan – gerakannya cepat.
4) AVERAGE
SKILL :
a. Tampak
adanya kepercayaan pada diri sendiri.
b. Gerakannya
cepat tetapi tidak lambat.
c. Terlihatnya
ada pekerjaan – pekerjaan yang perencana.
d. Tampak
sebagai pekerja yang cakap.
e. Gerakan
– gerakannya cukup menunjukan tidak adanya keragu – raguan.
f. Mengkoordinasikan
tangan dan pikiran dengan cukup baik.
g. Tampak
cukup terlatih dan karenanya mengetahui seluk beluk pekerjaannya.
h. Bekerjanya
cukup teliti.
i.
Secara keseluruhan cukup memuaskan.
5) FAIR
SKILL :
a. Tampak
terlatih tetapi belum cukup baik.
b. Mengenal
peralatan dan lingkuan secukupnya.
c. Terlihat
adanya perencanaan – perencanaan sebelum melakukan gerakan.
d. Tidak
mempunyai kepercayaan diri yang cukup.
e. Tampaknya
seperti tidak cocok dengan pekerjaannya tetapi telah ditempatkan dipekerjaan
itu sejak lama.
f. Mengetahui
apa yang dilakukan dan harus dilakukan tetapi tampak selalu tidak yakin.
g. Sebagian
waktu terbuang karena kesalahan – kesalahan sendiri.
h. Jika
tidak bekerja sungguh – sungguh outputnya akan sangat rendah
i.
Biasanya tidak ragu-ragu dalam menjalankan
gerakan-gerakanya.
6) POOR
SKILL :
a. Tidak
bisa mengkoordinasikan tangan dan pikiran.
b. Gerakan
– gerakannya kaku.
c. Kelihatan
ketidak yakinannya pada urutan – urutan gerakan.
d. Seperti
yang tidak terlatih untuk pekerjaan yang bersangkutan.
e. Tidak
terlihat adanya kecocokan dengan pekerjaannya.
f. Ragu
– ragu dalam menjalankan gerakan – gerakan kerja.
g. Sering
melakukan kesalahan – kesalahan
h. Tidak
adanya kepercayaan pada diri sendiri.
i.
Tidak bisa mengambil inisiatif sendiri.
b)
Effort:
1) EXCESSIVE
EFFORT :
a. Kecepatan
sangat berlebihan.
b. usahanya
sangat besungguh – sungguh tetapi dapat membahayakan kesehatannya.
c. Kecepatan
yang ditimbulkannya tidak dapat dipertahankan sepanjang hari kerja.
2) EXELLENT
EFFORT :
a. Jelas
terlihat kecepatan kerjannya yang tinggi
b. Gerakan
– gerakan lebih “ekonomis” daripada operator – operator biasa.
c. Penuh
perhatian pada pekerjaannya.
d. Banyak
memberi saran - saran.
e. Menerima
saran – saran dan petunjuk dengan senang.
f. Percaya
pada kebaikan maksud pengukuran waktu.
g. Tidak
dapat bertahan lebih dari beberapa hari.
h. Bangga
atas kelebihannya.
i.
Gerakan – gerakan yang salah terjadi
sangat jarang sekali.
j.
Bekerja sitematis.
k. Karena
lancarnya, perpindahan dari satu element keelemen lainnya tidak terlihat.
3) GOOD
EFFORT :
a. Bekerja
berirama
b. Saat
– saat menganggur sangat sedikit, bahkan kadang – kadang tidak ada.
c. Penuh
perhatian pada pekerjaan.
d. Senang
pada pekerjaannya
e. Kecepatannya
baik dan dapat dipertahankan sepanjang hari.
f. Percaya
pada kebaikan maksut pengukuran waktu.
g. Menerima
saran – saran dan petunjuk – petunjuk dengan senang.
h. Dapat
memberikan saran – saran untuk perbaikan kerja.
i.
Tempat kerjanya diatur dengan baik dan
rapi.
j.
Menggunakan alat – alat yang tepat
dengan baik.
k. Memelihara
dengan baik kondisi peralatan.
4) AVERAGE
EFFORT :
a. Tidak
sebaik good, tetapi lebih baik dari poor.
b. Bekerja
dengan Stabil.
c. Menerima
saran – saran tetapi tidak melaksanakannya.
d. Set
Up dilakukan dengan baik.
e. Melakukan
kegiatan – kegiatan perencanaan.
5) FAIR
EFFORT :
a. Saran
– saran yang baik diterima dengan kesal.
b. Kadang
– kadang perhatian tidak ditujukan pada pekerjaanya.
c. Kurang
sungguh – sungguh.
d. Tidak
mengeluarkan tenaga dengan secukupnya.
e. Terjadi
sedikit penyimpangan dari cara kerja baku.
f. Alat
– alat yang dipakainya tidak selalu yang terbaik.
g. Terlihat
adanya kecenderungan kurang perhatian pada pekerjaanya.
h. Terlampau
hati – hati.
i.
Sistematika kerjanya sedang – sedang
aja.
j.
Gerakan – gerakan tidak terencana.
6) POOR
EFFORT:
a. Banyak
membuang – buang waktu.
b. Tidak
memperhatikan adanya minat bekerja.
c. Tidak
mau menerima saran – saran.
d. Tampak
malas dan lambat bekerja.
e. Melakukan
gerakan – gerakan yang tidak perlu untuk mengambil alat – alat dan bahan –
bahan.
f. Tempat
kerjanya tidak diatur rapi.
g. Tidak
perduli pada cocok/ baik tidaknya peralatan yang dipakai.
h. Mengubah
– ubah tata letak tempat kerja yang telah diatur.
i.
Set Up kerjanya terlihat tidak baik.
6. Jelaskan masing-masing modul yang sudah kalian
lewati menurut pemahaman masing-masing!
Modul 2 adalah melakukan pengukuran
dimensi tubuh manusia baik itu statis maupun dinamis yang kemudian diterapkan
pada sebuah produk yang ditentukan.
Modul 3 adalah melakukan pengukuran
terhadap posisi tubuh pada saat melakukan aktivitas kerja untuk menganalisa
tingkat atau level dari posisi kerjanya apakah perlu perbaikan terhadap
posturnya saat melakukan pekerjaan atau tidak.
Modul 4 adalah melakukan pengukuran
terhadap beban kerja yang dilakukan dengan menghitung denyut nadi pada saat
sebelum bekerja, sedang bekerja, dan recovery
pasca bekerja.
Modul 5 adalah melakukan pengukuran
performansi kerja berupa waktu reaksi dan kemampuan mengingat yang dilakukan
pada beberapa kondisi lingkungan pekerjaan.
7. Cari masing-masing jurnal mengenai work sampling
(masing-masing praktikan berbeda)!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar