Rabu, 23 November 2016

Sejarah Dan Perkembangan Teknik Industri




Teknik industri lahir sejak persoalan produksi, sejak manusia mewujudkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Persoalan industri muncul pada zaman Pra-Yunani Kuno, saat manusia menggunakan batu sebagai peralatannya.

Revolusi Industri di Inggris dianggap sebagai era modern disiplin teknik industri. Pada masa revolusi industri ditemukan beberapa penemuan teknologi antara lain mesin pintal yang dilakukan oleh James Hargreaves (1765) dan pengembang wafer frame oleh Richard Arkweight (1769) serta salah satu inovasi terpenting pada masa revolusi industri adalah ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Hasil Inovasi James Watt dipercaya akan memberikan sumber tenaga lebih murah, biaya dan harga produksi lebih rendah dan mampu memperluas pasar.
 

Revolusi industri juga melahirkan penemuan-penemuan baru dibidang kelistrikan. Samuel Morse yang berjasa mengembangkan pesawat telegram (1840) dan penemuan bola lampu oleh Thomas Alfa Edison (1880) yang merupakan awal digunakannya listrik untuk penerangan. Dan berturut-turut dikembangkannya teknologi listrik dan transmisi listrik.

Adam Smith (The Wealth Of Nation, 1776) mengemukakan konsep perancangan proses produksi untuk meningkatkan efisiensi pengunaan tenaga kerja yang menekankan pentingnya spesialisasi. Kebutuhan untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas merupakan pendorong berdirinya disiplin teknik industri...


(Sumber: Purnomo, Hari, 2004, Pengantar Teknik Industri, Graha Ilmu, Yogyakarta.)

Pengertian Teknik Industri

Menurut IIE (Institute of Industrial Engineering)
Disiplin engineering/ teknik bukan science dikarenakan teknik industri menangani pekerjaan-pekerjaan perancangan (design), perbaikan (improvement), dan penginstalasian (Instalation) dan juga menangani masalah manusianya.

Bidang garapan teknik industri adalah sistem integral yang terdiri dari manusia, material/ bahan, informasi, peralatan, dan energi. Dengan definisi sistem integral tersebut, maka bidang garapan teknik industri semakin luas dan hampir disetiap segi kehidupan selalu dapat berperan. Dasar keilmuan teknik industri lebih multidisiplin karena teknik industri tidak hanya bertumpu pada ilmu matematika dan fisika tetapi juga ilmu sosial dan manajemen.

Ilmu Dasar Disiplin Teknik Industri

Dasar dari disiplin teknik industri adalah ilmu-ilmu operasional yang meliputi analisis dan perancangan operasi, pengawasan operasi, dan manajemen operasi. Tiga kriteria yang harus dilakukan agar aplikasi dari ilmu teknik industri berhasil adalah kualitas, waktu, dan biaya sesuai dengan tujuan dari teknik industri.

Tujuan teknik industri adalah menjamin bahwa produk atau jasa yang dihasilkan atau di produksi pada kualitas yang tepat, pada waktu yang tepat, dan biaya yang tepat pula.

Method Engineering merupakan studi yang mempelajari secara sistematis seluruh operasi langsung dan tidak langsung untuk mendapatkan perbaikan-perbaikan sistem kerja dengan maksud suatu pekerjaan akan lebih mudah untuk dapat dilakukan dan dilakukan dalam waktu yang lebih pendek. Dalam method engineering atau analisis perancangan kerja dibahas mengenai studi kerja (work study) dan pengukuran kerja (work measurement).

Ergonomi sebagai ilmu yang mempelajari tentang keterkaitan antara orang dengan lingkungan kerja terutama dengan hasil rancangan kerja. Pada dasarnya terdapat empat subkategori utama dari ergonomi yang harus diperhatikan sehubungan dengan kemampuan manusia melakukan kerja yaitu skeletal/ muscular (kerangka/ otot), sensory (alat indera manusia), environtmental (lingkungan), dan mental.

Perencanaan Dan Perancangan Fasilitas meliputi penentuan atau penempatan lokasi fasilitas, susunan tata letak fasilitas, dan seberapa besar fasilitas yang akan ditempatkan. Tujuan dari perencanaan dan perancangan fasilitas adalah untuk mendapatkan jumlah biaya yang minimum dalam penempatan fasilitas tersebut.

Simulasi adalah suatu metodologi untuk melakukan percobaan dengan menggunakan model dari sistem nyata. Simulasi dapat diaplikasikan secara luas dan tidak terbatas seperti antrian orang atau barang di airport dan antrian nasabah di bank.

Material Handling secara tradisional material handling dikonotasikan sebagai perpindahan material atau bahan dari suatu lokasi ke lokasi lain atau diantara stasiun kerja. Prinsip material handling terbaik adalah tidak ada material handling dengan tujuan meminimumkan biaya dari perpindahan material tersebut.

Riset Operasional merupakan disiplin ilmu yang berkembang sejak terjadinya perang dunia II dan diaplikasikan pada dunia militer.

Sistem Produksi adalah suatu aktivitas untuk mengolah atau mengatur penggunaan sumber daya yang ada dalam proses penciptaan barang atau jasa dengan tujuan memperbaiki tingkat efektivitas dan efisiensi dari proses produksi.

Pengendalian Persediaan mempunyai fungsi utama untuk mengakomodasikan tingkat aliran yang selalu tidak sama. Dan pengendalian kualitas adalah memisahkan produk baik dan buruk atau membandingkan kualitas produk dengan syarat yang telah ditentukan.

SOFTWARE INDUSTRIAL ENGINEERING
WinQSB
AutoCad
Microsoft Visio
MPS
PROMODEL

Gambaran Umum Jurusan Teknik Industri Di Perguruan Tinggi

Yang Dipelajari Secara Umum:
1. Teori industri dan teknologi mesin
2. Pengelolaan pabrik
3. Pengelolaan keuangan
4. Pengelolaan tenaga kerja
5. Gambar teknik
6. Dll
Lapangan Pekerjaan :
1. Perusahaan industri
2. Perusahaan manufaktur
3. Perbankan
4. Dep. Perindustrian
5. Konsultan industri dan Dosen
6. Dll


HUMAN ENGINEERING ATAU REKAYASA MANUSIA..
Rekayasa manusia sebenarnya sama atau semakna dengan ergonomi atau human factors engineering. Istilah rekayasa manusia berasal dari human engineering. Istilah lain yang sering mendampingi rekayasa adalah “rancang bangun” sehingga bisa disebut rancang bagun manusia. Istilah ini berasal dari kata desain. Di Indonesia, engineering juga sering diterjemahkan menjadi “teknik”. Namun jika human engineering diterjemahkan sebagai teknik manusia sepertinya kurang pas. Istilah rekayasa manusia lebih sering dipakai untuk mengartikan human engineering. Istilah engineering biasanya dihubungkan dengan materi. Oleh karena itu istilah human engineering dapat menimbulkan dugaan bahwa rekayasa kebendaan akan ditetapkan dalam kemanusiaan. Istilah yang lebih cocok masih dicari, misalnya human factors in engineering and design.


Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan rekayasa manusia itu?

Industrial engineering menjelaskan bagaimana merancang, memperbaiki, dan membangun sistem-sistem terpadu yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi, informasi,dan lain-lainnya, agar sistem itu bekerja efisien, produktif, dan efektif. Manusia disebut terlebih dahulu. Hal ini bukan kebetulan, tapi manusia itu dijadikan pusatnya. Industrial human factors engineering merupakan istilah yang cocok untuk digunakan.

Kemampuan manusia berinteraksi dengan lingkungan kerjanya perlu diteliti. Hasil penelitian untuk merekayasa manusia kerja. Pendekatan ini disebut fitting the job to the men, dan bukan sebaliknya. Kerja dirancang sedemikian rupa sehingga masih di dalam batas-batas kemampuan pekerja untuk melaksanakannya. Rekayasa manusia meningkatkan pekerja untuk berinteraksi dengan lingkungan kerjanya.

Salah satu patokan bagi rekayasa manusia yang baik adalah, pekerja “tetap segar bugar” sebelum, selama, dan sesudah bekerja. Hal ini mungkin terjadi karena pekerja berinteraksi dengan lingkungan kerjanya dalam batas-batas kemampuannya. Rekayasa manusia melindungi pekerja karena ia bekerja dengan aman, sehat, dan nyaman. Peraturan-peraturan yang mempunyai kekuatan hokum dibuat untuk menjamin keselamatan dan kesehatan dalam bekerja. Hal ini bukan dimaksudkan untuk memanjakan pekerja, tetapi sebaliknya, yaitu untuk mendorong pekerja agar tanpa ragu-ragu bekerja efisien, produktif, dan efektif.

Rekayasa manusia memiliki sejarah yang panjang, yaitu setua sejarah manusia sendiri. Di waktu yang lalu rekayasa manusia dilakukan secara alamiah. Sejarah mencatat revolusi industri yang pertama dalam pertengahan abad ke-18 di Inggris. Revolusi industri ini kemudian menyebar ke Eropa, Amerika Serikat, dan Asia. Rekayasa manusia tidak dapat dilakukan secara alamiah saja, karena tenaga badan manusia sedikit demi sedikit diganti dengan mesin.

Pekerjaan dalam industri diotomatiskan, manusia diganti robot. Tidak semua pekerjaan dapat diotomatiskan pelaksanaannya. Rekayasa manusia tetap “hadir” dan diperlakukan, baik untuk pekerjaan manual sepenuhnya, manual sebagian, maupun otomatis. Selama masih ada manusia, rekayasa manusia tetap ada. Perkembangan rekayasa manusia terjadi baik prakteknya maupun ilmunya. Ada akibat-akibat revolusi industri yang merugikan atau membahayakan tenaga kerja manusia. Oleh karena itu rekayasa manusia makin penting perannya di waktu yang akan dating.

Rekayasa bermaksud menghilangkan atau mengurangi akibat yang membahayakan manusia itu di “sumbernya”. Tanpa mengetahui sebab-sebabnya, maka akan sia-sialah usaha untuk menghilangkan penderitaan yang dialami manusia yang bekerja di industri.
Ilmu yang melandasi dikembangkannya rekayasa manusia disebut ergonomi. Ergo berarti kerja, nomi dari nomos berarti peraturan. Ergonomi sebagai ilmu yang dapat dipelajari, menjelaskan bagaimana kerja itu harus dilakukan.

Siapa yang melakukan kerja itu? Jika manusia yang menjadi pelakunya, maka rekayasa manusia kerja mau tidak mau harus tampil. Jika yang dihadapi adalah industrial workers atau tenaga di sektor industri, maka ergonomi industri melandasi rekayasa manusianya. Oleh karena itu, rekayasa manusia tidak dapat lepas dari ergonomi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar