Rabu, 23 November 2016

TOTAL QUALITY MANAGEMENT

A.      Total Quality Management (TQM)
Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba memaksimalkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus terhadap produk jasa, sumber daya manusia, proses dan lingkungannya. Sebab, berdasarkan TQM, tolok ukur keberhasilan usaha bertumpu pada kepuasan pelanggan atas barang atau jasa yang diterimanya.
Dalam pembentukan sistem pendidikan yang berkualitas, selain perlunya uang yang cukup diperlukan juga manajemen yang berkualitas pula. Dewasa ini, perkembangan pemikiran manajemen di sekolah dan perguruan tinggi mengarah pada sistem manajemen yang disebut Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT).
Total Quality Management (TQM) dalam pendidikan ini mendapatkan perhatian serius dalam National Quality Servey. Hal ini menunjukkan bahwa TQM dan isu-isu mutu secara umum mengundang perhatian publik. Dalam beberapa tahun terakhir, isu tersebut semakin meningkat. Masyarakat dari semua sektor pendidikan sekarang telah menunjukkan minatnya. Beberapa institusi mulai mewujudkan filosofi TQM ke dalam praktek. Perkembangan minat ini telah memberikan stimulan pada tuntutan publikasi isu-isu TQM dalam dunia pendidikan.
Di Indonesia yang pendidikannya belum banyak menerapkan strategi TQM (Total Qualty Managemant), kualitas pendidikannya jauh lebih rendah dibanding dengan negara lain. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya sekolah – sekolah yang hampir rubuh dan ditinggalkan oleh para muridnya. Mewujudkan mutu yang lebih baik maka pelaksanaan TQM juga harus dilakukan dengan lebih baik. Untuk itu di dalam TQM terdapat unsur-unsur utama yang ada di setiap pelaksanaan TQM. Unsur-unsur TQM yang apabila tidak ada atau kurang dalam pelaksanaannya maka akan menimbulkan kendala-kendala yang akan muncul sehingga mungkin akan mengakibatkan penurunan mutu dan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu unsur-unsur dalam TQM merupakan sesuatu yang wajib ada dan dilaksanakan secara maksimal. 
TQM merupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi. TQM juga dikenal dengan istilah MMT (Manajemen Mutu Terpadu). Dalam dunia pendidikan lebih spesifik dikenal istilah MMTP (Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan). Sekolah yang menginginkan MMTP berjalan dengan baik harus melakukan inovasi dan mau melangkah maju untuk mencapai visi dan misi sekolah. Warga sekolah harus menyadari bahwa mutu harus memuaskan pelanggan dan mutu akan mempengaruhi kinerja warga sekolah. Kepala sekolah selaku pemimpin merupakan kunci yang menjadi motor penggerak dalam memelihara serta memperkuat proses peningkatan mutu secara terus menerus. Warga sekolah harus merespon kebutuhan pelanggan guna mencapai mutu yang diinginkannya sehingga sekolah mampu berkompetisi dengan sekolah lainnya.

Adapun syarat- syarat TQM agar dapat berlangsung di sekolah, yaitu:
1.      Sekolah harus secara terus menerus melakukan perbaikan mutu produk (output) sehingga dapat memuaskan para pelanggan baik eksternal maupun internal..
2.      Memberikan kepuasan kepada warga sekolah, komite sekolah, penyumbang dana pendidikan di sekolah tersebut.
3.      Memiliki wawasan jauh kedepan.
4.      Fokus utama ditujukan pada proses, kemudian baru menyusul hasil.
5.      Menciptakan kondisi di mana setiap warga sekolah aktif berpartisipasi dalam menciptakan keunggulan mutu.
6.      Ciptakan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan dan aktif memotivasi warga sekolah bukan dengan cara otoriter, sehingga diperoleh suasana yang kondusif bagi lahirnya ide-ide baru.
7.      Rela memberikan ganjaran, pengakuan bagi yang sukses dan mudah memberikan maaf bagi yang belum berhasil/berbuat salah.
8.      Setiap keputusan harus berdasarkan pada data, baru berdasarkan pengalaman/ pendapat.
9.      Setiap langkah kegiatan harus selalu terukur jelas, sehingga pengawasan lebih mudah.
10.  Program pendidikan dan pelatihan hendaknya menjadi urutan utama dalam upaya peningkatan mutu.

B.       Kelebihan Dan Kekurangan Dari TQM (Total Quality Management)
1.    Kelebihan TQM
a.         TQM tidak mempercayakan semata-mata pada perintah atasan yang memerintah, jaringan  dikembangkan secara multi-channel dan interaktip melalui suatu organisasi. Oleh  karena  itu,  TQM  adalah  penting  untuk  menetapkan  mata  rantai  kerjasama  di dalam  organisasi.  Transformational  Perubahan  terjadi  hanya  ketika  isu  yang  sulit, seperti anggaran, pabrikasi, pemasaran, distribusi dan seterusnya dicampur dengan isu yang  sederhana  seperti  nilai-nilai,  kultur,  visi,  gaya  kepemimpinan,  perilaku  inovatif dan seterusnya.
b.        Penerapan TQM merupakan suatu konsep yang menjawab semua kebutuhan masyarakat saat ini. Sehingga anatara keinginan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi oleh konsep ini.
c.         Penerapan TQM merupakan konsep yang mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk membangun bersama mutu pendidikan yang lebih maju dan sinergis. Sehingga, dengan adanya pemberdayaan seluruh komponen yang ada di Indonesia ini maka pendidikan yang bermutu tinggi bukan hanya sekedar impian akan tetapi kenyataan yang akan dibangun bersama.
2.    Kelemahan TQM
a.    Kualitas sering merupakan aktivitas sampingan, terpisah dari isu kunci dari strategi usaha dan kinerja.
b.    Pada banyak organisasi, kualitas dirasakan bersifat temporer dan apabila pemimpin yang memprakarsainya meninggalkan perusahaan, kualitas kemudian diabaikan.
c.    Kebingungan terhadap TQM berasal dari kata kualitas itu sendiri.kata kualitas mempunyai banyak arti, tergantung dari bagaimana kita memandangnya.
d.    Banyak perusahaan yang membuat kualitas lebih kabur atau tida jelas dengan menetapkan tujuan yang tampak positif tanpa memilki cara untuk memonitor kemajuan pencapaian tujuan tersebut.
e.    TQM merupakan aktivitas yang bersifat hanya di dalam departemen-departemen di banyak perusahaan.
f.     TQM mengajarkan incremental atau perkembangan yang sedikit (small improvement), bukan perkembangan secara radikal (radical improvement) sehingga banyak pemimpin korporat tidak sabar setelah munculnya konsep reengineering. Reengineering adalah desain atau desain ulang bisnis yang mirip dengan process redesign, meskipun prakteknya mencakup skala yang lebih besar.
g.  Kebingungan terhadap TQM berasal dari kata kualitas itu sendiri.kata kualitas mempunyai banyak arti, tergantung dari bagaimana kita memandangnya. Kualitas merupakan suatu departemen yang ada dengan tanggung jawab khusus untuk pengendalian kualitas, di mana disiplin tersebut cenderung lebih berfokus kepada proses stabilisasi daripada memperbaiki proses. Ide keseluruhan dari filosofi kualitas juga membuat konsep secara keseluruhan tampak misterius bagi kebanyakan orang.
h.  Banyak perusahaan yang membuat kualitas lebih kabur atau tida jelas dengan menetapkan tujuan yang tampak positif tanpa memilki cara untuk memonitor kemajuan pencapaian tujuan tersebut.
i.    TQM merupakan aktivitas yang bersifat hanya di dalam departemen-departemen di banyak perusahaan. Masing-masing departemen mempunyai kebijakannya secara sendiri-sendiri, sehingga tidak mencakup keseluruhan organisasi.
j.     TQM mengajarkan incremental atau perkembangan yang sedikit (small improvement), bukan perkembangan secara radikal (radical improvement) sehingga banyak pemimpin korporat tidak sabar setelah munculnya konsep reengineering. Reengineering adalah desain atau desain ulang bisnis yang mirip dengan process redesign, meskipun prakteknya mencakup skala yang lebih besar.
C.      Penerapan TQM di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Amanah Husada Yogyakarta.
Keberhasilan lembaga pendidikan sebagai organisasi dalam mencapai prestasi yang membanggakan tidaklah diperoleh dengan begitu saja, tetapi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukungnya, diantaranya adalah sumber daya manusia yang handal,  fasilitas yang mendukung  dan sistem pengelolaan manjemen. Ketiga faktor tersebut yang paling berpengaruh adalah pengelolaan manajemen sekolah, karena dengan pengelolaan manajemen sekolah yang baik, sistem pendidikan dapat berjalan dengan baik, walaupun SDM yang tersedia dan fasilitas yang ada kurang memadai.
Konsep manajerial di SMK Kesehatan Amanah Husada menggunakan konsep TQM yang diterapkan dalam 3 hal yaitu dalam hal pembiayaan,  administrasi kurikulum dan proses belajar mengajar di kelas. Dalam mengimplementasikan TQM (Total Quality Management) di SMK Kesehatan Amanah Husada menerapkan beberapa komponen-komponen, yaitu sebagai berikut :
Tujuan
:
Perbaikan terus menerus, artinya mutu selalu diperbaiki dan disesuaikan dengan perubahan yang menyangkut kebutuhan dan keinginan pelanggan atau konsumen dalam hal ini siswa baru.
Prinsip
:
Fokus pada pelanggan, perbaikan proses dan keterlibatan total.
Elemen
:
Kepemimpinan, pendidikan dan pelatihan, struktur pendukung, komunikasi, ganjaran dan pengakuan serta pengukuran.
Dari ketiga komponen di atas maka di SMK Kesehatan Amanah Husada membentuk tiga prinsip TQM (Total Quality Management) yaitu :
1. Fokus pada pelanggan
Prinsip mutu, yaitu memenuhi kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Dalam manajemen mutu terpadu, pelanggan dibedakan menjadi dua, yaitu:
- Pelanggan internal (di dalam organisasi sekolah)
- Pelanggan eksternal (di luar organisasi sekolah)
          Organisasi dikatakan bermutu apabila kebutuhan pelanggan bisa dipenuhi dengan baik. Dalam arti bahwa pelanggan internal, misalnya guru, selalu mendapat pelayanan yang memuaskan dari petugas TU, kepala Sekolah selalu puas terhadap hasil kerja guru dan guru selalu menanggapi keinginan siswa, begitu pula pada pelanggan eksternal misalnya masyarakat sekitar.
2. Perbaikan proses
Konsep perbaikan terus menerus dibentuk berdasarkan pada premisi suatu seri (urutan) langkah-langkah kegiatan yang berkaitan dengan menghasilkan output. Perhatian secara terus menerus bagi setiap langkah dalam proses kerja sangat penting untuk mengurangi keragaman dari output dan memperbaiki keandalan. Tujuan pertama perbaikan secara terus menerus ialah proses yang handal, dalam arti bahwa dapat diproduksi yang diinginkan setiap saat tanpa variasi yang diminimumkan. Apabila keragaman telah dibuat minimum dan hasilnya belum dapat diterima maka tujuan kedua dari perbaikan proses ialah merancang kembali proses tersebut untuk memproduksi output yang lebih dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, agar pelanggan baik yang internal maupun yang eksternal menjadi puas.
3. Keterlibatan total
Pendekatan ini dimulai dengan kepemimpinan manajemen senior yang aktif dalam hal ini kepala sekolah dan mencakup usaha yang memanfaatkan bakat semua warga sekolah untuk mencapai suatu keunggulan kompetitif (competitive advantage) di dunia pendidikan. Warga sekolah wewenang/kuasa untuk memperbaiki output melalui kerjasama dalam struktur kerja baru yang luwes (fleksibel) untuk memecahkan persoalan, memperbaiki proses dan memuaskan.



Penerapan TQM (Total Quality Management) di SMK Kesehatan Amanah Husada dapat digambarkan atau dilakukan pada hal-hal berikut :
1.    Sistem pembiayaan (keuangan sekolah)
          Pengelolaan pembiayaan di SMK Kesehatan Amanah Husada perlu untuk dilakukan, karena dengan pengelolaan keuangan di SMK Kesehatan Amanah Husada secara baik dan transparan, dapat menumbuhkan tingkat kepercayaan dalam masyarakat. Keuangan merupakan hal yang sangat mendasar dan sangat rentan untuk mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat. Masyarakat sering kali melakukan evaluasi terhadap keuangan sekolah, baik itu dana yang berasal dari pemerintah maupun dana insedental yang berasal dari siswa.
          Karena itu di SMK Kesehatan Amanah Husada melakukan pengelolaan keuangan dengan menerapkan konsep TQM, yaitu pengelolaan mutu dengan mengedapankan transparansi dan menajemen fiskal yang baik, diharapkan mampu meningkatkan taraf kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Sehingga proses pembelajaran di sekolah dapat berjalan dengan baik tanpa adanya campur tangan dari masyarakat.
2.    Manajemen proses belajar mengajar di kelas
          Pendidikan adalah sesuatu yang barkaitan dengan pembelajaran masyarakat. Jika TQM bertujuan untuk memiliki relevansi dalam pendidikan, maka harus memberi penekanan pada mutu pelajar. Hal itu tidak akan terwujud jika TQM tidak memberi kontribusi yang substansial bagi mutu dalam pendidikan. Pada saat sebagian besar lembaga pendidikan dituntut untuk mengerjakan lebih baik lagi, penting baginya untuk memfokuskan diri pada aktifitas utama pembelajaran.
Lembaga pendidikan yang menggunakan prosedur mutu terpadu harus menangkap secara serius isu-isu tentang gaya dan kebutuhan pembelajaran. Sehingga menciptakan strategi individualisasi dan diferensiasi dalam pembelajaran. Siswa adalah pelanggan utama, dan jika model pembelajaran tidak memenuhi kebutuhan siswa, maka dapat dikatakan bahwa lembaga pendidikan tersebut belum mencapai mutu terpadu.
          Karena itu di SMK Kesehatan Amanah Husada memberikan pelatihan khusus kepada pelaku pendidikan (guru) agar terus-menerus melakukan perbaikan guna menghasilkan mutu terpadu yang optimal. Sehingga seorang guru dituntut untuk senantiasa berinovasi dalam proses pembelajaran. Sehingga siswa (pelanggan) dapat terlayani dengan baik dalam hal pendidikan, yang pada akhirnya lembaga pendidikan dapat mengikat pelanggan karena perbaikan yang dilakukannya melalui konsep TQM tersebut.
3.    Pengelolaan nilai secara transparan
          Tolok ukur dari keberhasilan proses belajar adalah prestasi belajar siswa yang tertuang dalam bentuk angka (nilai). Proses penilaian pada siswa umumnya mencakup tiga hal, yaitu kognitif, psikomotorik, dan afektif. Dalam memperoleh ukuran nilai dari ketiga hal tersebut, tentunnya setiap guru mempunyai desain penilaian tersendiri. Artinya rumusan yang digunakan untuk mendapatkan nilai akhir (nilai raport) dari setiap guru akan berbeda desain penilaiannya. Sehingga keseragaman nilai dalam satu sekolah tidak sama. Terlebih lagi, jika dalam sebuah sekolah terdapat guru yang ala kadarnya dalam pembuatan nilai. Hal ini akan menghadirkan ketidakpercayaan pada masyarakat  terhadap sekolah karena memberikan ketidakadilan pada siswa.
          Karena itu penerapan konsep TQM (Total Quality Management) di SMK Kesehatan Amanah Husada yaitu, pengelolaan nilai secara transparan dan akuntabel, serta perbaikan pengelolaannya secara terus-menerus sehingga akan memberikan kepuasan tersendiri kepada pelanggan pendidikan, dalam hal ini siswa dan masyarakat.
















Daftar Pustaka

Anonim. 2010. TQM dan Implementasinya dalam Pendidikan. http://stait-jogja.info
Anonim. 1999. Penerapan TQM Dalam Dunia Pendidikan.             http://pernikmagazine.wordpess.com
Edward Sallis. 2002. Total Quality Management in Education, Third Edition, London :     Kogan Page Ltd,
Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana. 2009. Total Quality Management, Andi Cet :               Yogyakarta
Sinambela, Ida, Dr, 2010, Pengelolaan Mutu Terpadu, Jurnal FMIPA-UNJ: Jakarta
Widodo, Suparno Eko. 2011. Manajemen Mutu Pendidikan.  Ardadizya Jaya :.Jakarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar