Rabu, 23 November 2016

METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL (Exponential Smoothing Method)

METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL (Exponential Smoothing Method):

a.        Pemulusan Eksponensial Tunggal (Single Exponential Smoothing / SES):
Digunakan untuk data runtut waktu yang mengikuti pola stasioner.
Bentuk umum yang digunakan untuk menghitung ramalan adalah:
  
Dimana:
ü   = nilai ramalan untuk periode berikutnya
ü  a = konstanta pemulusan
ü  Yt = data baru atau nilai Y yg sebenarnya pada periode t
ü   = nilai pemulusan yang lama atau rata-rata pemulusan hingga periode t-1
Contoh :
Peramalan pengiriman alat pembuka kaleng listrik dengan menggunakan pemulusan eksponensial
Catatan:
Agar dapat memulai sistem peramalan SES kita memerlukan , karena
Karena nilai  tidak diketahui, maka kita dapat menggunakan nilai observasi pertama (Y1) sebagai ramalan pertama.
Bulan
Periode waktu
Nilai pengamatan (pengiriman)
Nilai pemulusan eksponensial
Nilai Kesalahan
Kuadrat nilai kesalahan
a = 0,1
a = 0,5
a = 0,9
a = 0,1
a = 0,5
a = 0,9
a = 0,1
a = 0,5
a = 0,9
Januari
1
200.0
200.0
200.0
200.0
-
-
-
-
-
-
Pebruari
2
135.0
200.0
200.0
200.0
-65.0
-65.0
-65.0
4225.0
4225.0
4225.0
Maret
3
195.0
193.5
167.5
141.5
1.5
27.5
53.5
2.3
756.3
2862.3
April
4
197.5
193.7
181.3
189.7
3.8
16.3
7.8
14.8
264.1
61.6
Mei
5
310.0
194.0
189.4
196.7
116.0
120.6
113.3
13447.9
14550.4
12833.5
Juni
6
175.0
205.6
249.7
298.7
-30.6
-74.7
-123.7
938.3
5578.2
15294.6
Juli
7
155.0
202.6
212.3
187.4
-47.6
-57.3
-32.4
2262.7
3288.3
1047.6
Agustus
8
130.0
197.8
183.7
158.2
-67.8
-53.7
-28.2
4598.4
2880.7
797.3
September
9
220.0
191.0
156.8
132.8
29.0
63.2
87.2
839.2
3989.7
7599.7
Oktober
10
277.0
193.9
188.4
211.3
83.1
88.6
65.7
6901.1
7846.8
4318.8
Nopember
11
235.0
202.2
232.7
270.4
32.8
2.3
-35.4
1073.6
5.2
1255.2
Desember
12
-
205.5
233.9
238.5
-
-
-
-
-
-







Jumlah

34303.3
43384.6
50295.6







Periode pengujian
10
10
10







MSE

3430.3273
4338.4625
5029.5628

b.        Pemulusan Eksponensial Ganda: Metode Satu Parameter dari Brown
Digunakan dalam peramalan data runtut waktu yang mengikuti suatu trend linier.
Bentuk umum yang digunakan untuk menghitung ramalan adalah:
1.     
2.     
3.     
4.     
5.      Persamaan yang digunakan untuk membuat peramalan pada periode p yang akan datang adalah:
Dimana :
·      At = nilai pemulusan eksponensial
·      A’t = nilai pemulusan eksponensial ganda
·      a = konstanta pemulusan
·      at = perbedaan antara nilai-nilai pemulusan eksponensial
·      bt = faktor penyesuai tambahan = pengukuran slope suatu kurva
·      Yt = nilai aktual pada periode t
·      p = jumlah periode ke depan yang akan diramalkan

Catatan:
Agar dapat memulai sistem peramalan metode Brown kita memerlukan A1 dan A’1, karena  dan
Karena pada saat t = 1, nilai  A1 dan A’1 tidak diketahui, maka kita dapat menggunakan nilai observasi pertama (Y1).

Contoh:
Pemulusan eksponensial dari Brown pada data permintaan suatu produk. Perhitungan pada contoh di bawah ini menggunakan nilai a = 0,2.
Periode
Permintaan suatu produk
At
A't
at
bt
Nilai ramalan

1
143
143
143
143.0
0.0


2
152
144.8
143.4
146.2
0.4
143.0

3
161
148.0
144.3
151.8
0.9
146.6

4
139
146.2
144.7
147.8
0.4
152.7

5
137
144.4
144.6
144.1
-0.1
148.2

6
174
150.3
145.8
154.9
1.1
144.1

7
142
148.6
146.3
151.0
0.6
156.0

8
141
147.1
146.5
147.7
0.2
151.5

9
162
150.1
147.2
153.0
0.7
147.9

10
180
156.1
149.0
163.2
1.8
153.7

11
164
157.7
150.7
164.6
1.7
164.9

12
171
160.3
152.6
168.0
1.9
166.3

13
-
-
-
-
-
169.9
(p =1)
14
-
-
-
-
-
171.9
(p=2)
15
-
-
-
-
-
173.8
(p=3)
16
-
-
-
-
-
175.7
(p=4)
17
-
-
-
-
-
177.6
(p=5)


c.         Pemulusan Eksponensial Ganda: Metode Dua Parameter dari Holt
Digunakan dalam peramalan data runtut waktu yang mengikuti suatu trend linier.
Bentuk umum yang digunakan untuk menghitung ramalan adalah:
1.     
2.     
3.      Persamaan yang digunakan untuk membuat peramalan pada periode p yang akan datang adalah:
Dimana :
·      At = nilai pemulusan eksponensial
·      a = konstanta pemulusan untuk data (0 < a < 1)
·      b = konstanta pemulusan untuk estimasi trend (0 < b < 1)
·      Yt = nilai aktual pada periode t
·      Tt = estimasi trend
·      p = jumlah periode ke depan yang akan diramalkan

Catatan:
Agar dapat memulai sistem peramalan metode Brown kita memerlukan A1, karena , karena pada saat t = 1, nilai  A1   tidak diketahui, maka kita dapat menggunakan nilai observasi pertama (Y1). Untuk estimasi trend pada saat t = 1, nilai T1 tidak diketahui, maka kita dapat menggunakan selisih nilai observasi kedua (Y2) dengan nilai observasi pertama (Y1), yaitu T1 = Y2 – Y1.

Contoh:
Pemulusan eksponensial dari Holt pada data permintaan suatu produk. Perhitungan pada contoh di bawah ini menggunakan nilai a = 0,2 dan b = 0,3.
Periode
Permintaan suatu produk
At
Tt
Nilai ramalan

1
143
143
9


2
152
152.0
9.0
152.0

3
161
161.0
9.0
161.0

4
139
163.8
7.1
170.0

5
137
164.2
5.1
170.9

6
174
170.2
5.4
169.3

7
142
168.9
3.4
175.6

8
141
166.0
1.5
172.2

9
162
166.4
1.2
167.5

10
180
170.1
1.9
167.6

11
164
170.4
1.4
172.0

12
171
171.6
1.4
171.8

13
-
-
-
173.0
(p =1)
14
-
-
-
174.4
(p=2)
15
-
-
-
175.8
(p=3)
16
-
-
-
177.2
(p=4)
17
-
-
-
178.6
(p=5)

d.        Pemulusan Eksponensial Ganda: Metode Tiga Parameter dari Winter
Digunakan dalam peramalan data runtut waktu yang mengikuti suatu pola musiman.
Didasarkan pada 3 persamaan pemulusan, yaitu: untuk unsur stasioner, untuk trend, dan untuk musiman.
Bentuk umum yang digunakan untuk menghitung ramalan adalah:
1.      Pemulusan eksponensial
2.      Estimasi trend
3.      Estimasi musiman
4.      Persamaan yang digunakan untuk membuat peramalan pada periode p yang akan datang adalah:
Dimana :
·      At = nilai pemulusan eksponensial
·      a = konstanta pemulusan untuk data (0 < a < 1)
·      b = konstanta pemulusan untuk estimasi trend (0 < b < 1)
·      m = konstanta pemulusan untuk estimasi musiman (0 < m < 1)
·      Yt = nilai aktual pada periode t
·      Tt = estimasi trend
·      St = estimasi musiman
·      L = panjangnya musim
·      p = jumlah periode ke depan yang akan diramalkan

Contoh:
Pemulusan eksponensial dari Winter pada data musiman di bawah ini. Perhitungan pada contoh di bawah ini menggunakan nilai a = 0,4 ; b = 0,1 ; dan m = 0,3. Panjang musim L = 4

Catatan:
Dalam metode ini diperlukan estimasi nilai awal yg akan digunakan untuk mendapatkan nilai pemulusan awal, estimasi trend awal, dan keempat estimasi musiman.
Nilai pemulusan awal dapat diestimasi dengan menggunakan nilai aktual awal.
Nilai trend awal dapat diestimasi dengan menggunakan nilai 0 (slope persamaan trend yang diperoleh dari data masa masa lalu tidak ada).
Nilai estimasi pengaruh musiman awal dengan menggunakan nilai 1 (untuk menghilangkan penaruh musiman dalam data asli Y1 à Y1/S1 = Y1/1 = Y1

Periode
Aktual
At
Tt
St
Ramalan
1
500
500
0
1

2
350
440.0
-6.0
0.94

3
250
360.4
-13.4
0.91

4
400
368.2
-11.2
1.03

5
450
394.2
-7.5
1.04
357.0
6
350
381.2
-8.1
0.93
362.9
7
200
311.9
-14.2
0.83
338.8
8
300
295.6
-14.4
1.02
305.5
9
350
303.0
-12.2
1.08
293.2
10
200
11
150
12
400
13
550
14
350
15
250
16
550
17
550
18
400
19
350
20
600
21
750
22
500
23
400
24
650
25




26




27




28







Tidak ada komentar:

Posting Komentar