1. Jelaskan
yang dimaksud dengan postur kerja !
Postur kerja adalah posisi tubuh
pekerja pada saat melakukan aktivitas kerja yang biasanya terkait dengan
desain arae kerja.
2. Jelaskan
perbedaan dari Rapid Upper Limb Assessment dan Rapid Entire Body Assessment !
a.
Rapid Upper Limb Assessment merupakan
suatu metode yang memaparkan analisis postur kerja bagian tubuh atas pekerja.
Metode ini digunakan untuk mengambil nilai postur kerja dengan cara mangambil
sampel postur dari satu siklus kerja yang dianggap mempunyai resiko berbahaya
bagi kesehatan si pekerja, lalu diadakan penilaian/scoring.
b.
Rapid Entire Body Assessment adalah
sebuah metode yang dikembangkan dalam bidang ergonomi dan dapat digunakan
secara cepat untuk menilai posisi kerja atau postur leher, punggung, lengan
pergelangan tangan dan kaki seorang operator.
3. Jelaskan
tahapan - tahapan dari Rapid Upper Limb Assessment !
a. Pengambilan
data postur pekerja dengan menggunakan bantuan video atau foto
b. Observasi
dan pilih postur yang akan dianalisis
c. Scoring
and recording the posture (lihat table scoring)
d. Action
level (lihat table action level)
e. Analisa
posture
f. Saran
perbaikan
4. Jelaskan
menurut anda apa yang dimaksud dengan Musculoskeletal disorder (MSDs)!
Kelainan
atau gangguan pada bagian otot, saraf, tendon, ligament, persendian yang bisa disebabkan oleh kelelahan akibat
pembebanan pada otot dengan frekuensi berulang atau kerusakan tiba-tiba akibat
aktivitas yang sangat kuat/berat maupun pergerakan yang tak terduga.
5. Jelaskan
apa yang kalian ketahui tentang keterkaitan antara Ergonomi & Postur
Kerja!
Postur
kerja erat kaitannya dengan Ergonomi karena pada keilmuan ergonomi dipelajari
bagaimana untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental melalui upaya
pencegahan cedera akibat postur kerja yang salah dan penyakit akibat kerja
serta menurunkan beban kerja fisik dan mental, oleh karena itu perlu
dipelajari tentang bagaimana suatu postur kerja yang efektif dan efisien
6. Cari
jurnal tentang postur kerja dengan menggunakan metode RULA dan review !
Judul:
Pengembangan Alat Pemotong Tahu Yang Ergonomis
dengan Menggunakan Metode Rula
Abstrak:
Alat pemotong tahu ini merupakan
penelitian lanjutan dari alat pemotong tahu yang telah dibuat sebelumnya di
perusahaan tahu Langen Sari Ungaran. Analisa sistem kerja difokuskan kepada
pekerja melalui pendekatan ergonomis dan interaksi antara manusia (pekerja)
dengan alat pemotong tahu.
Dengan menggunakan metode rula yang
dikembangkan untuk mengetahui postur kerja atau faktor resiko yang patut
mendapatkan rekomendasi lebih jauh lagi. Selanjutnya dilakukan perbaikan dan
perancangan ulang alat pemotongan tahu. Postur kerja yang tidak benar dan
kerja statis yang menjadi faktor resiko utama yang sering dijumpai pada
pekerja dapat diketahui dan diukur.
Setelah dilakukan pengukuran dengan
metode rula alat pemotong tahu sebelumnya diketahui upper arm skor: 3, lower
arm skor: 1, wrist skor: 3, neck skor:2, trunk skor:2, legs skor: 1,muscle
skor:1, force: 0 sehingga dihasilkan grand score table sebesar 4 berarti
penelitian dan perubahan mungkin diperlukan.
Dari hasil rekomendasi skor metode rula
dan pendekatan prinsip-prinsip ergonomi, maka output (luaran) dari penelitian
ini berupa solusi dan rekomendasi yang bersifat implementatif. Evaluasi
pengukuran metode rula dan kajian ergonomi ini diharapkan secara konkrit menghasilkan
sebuah usulan alternatif berupa modifikasi rancangan pemotong tahu, yang
sederhana, murah dan mampu diaplikasikan guna meningkatkan produktivitas dan
kualitas hasil kerja di perusahaan tahu tersebut .
Latarbelakang:
Perancangan pemotong tahu ini sebenarnya
sudah dibuat sebelumnya, tapi peneliti akan mencoba meneliti dan
mengembangkannya lebih lanjut dengan pendekatan metode rula dan prinsip-prinsip
ergonomi untuk lebih meningkatkan efektifitas kerja yang dihasilkan oleh sistem
manusia mesin, sambil tetap mempertahankan unsur kenyamanan dan kesehatan kerja
sebaik mungkin.
Metode:
Teknik RULA yang lebih mengevaluasi
tentang tubuh manusia dari postur, kekuatan dan aktivitas otot yang mana
digunakan dalam membantu ketegangan otot yang dilakukan secara berulang-ulang.
Evaluasi ergonomi ini lebih mendekati pada hasil skor resiko diantara 1 sampai
7. dimana skor tertinggi berarti memiliki level resiko yang terbesar. Skor yang
paling rendah (1) bukan jaminan bahwa tempat kerja bebas dari resiko ergonomi
sedangkan skor tertinggi (7) bukan jaminan juga ada beberapa masalah dalam
bekerja.
Hasil dan Pembahasan:
Hasil ukuran rancangan handel, diameter
handel, A, sebaiknya cukup kecil untuk tangan 5 persentil, didapat diameter
genggaman 45 mm, maka didapatkan (45-1,645.2) = 41 mm. Demensi B ditentukan
dari ketebalan segi empat minimum yang dapat dilewati telapak tangan dengan
dimensi statis 95 persentil dan dimensi dinamis ditambah 14% jika pekerja
menggunakan kaos tangan, maka (67+1,645. 3) = 72 + (14%*72) = 82 mm, alat
potong panjang = 70 mm, lebar G = 120 mm, tinggi D = 5 cm, tinggi meja kerja 5
persentil = (932- 1,645.43) = 860 mm.
Kesimpulan:
Merkur - Best Casino for Beginners - XnX Online
BalasHapusBest online casino at XnX online. 메리트카지노 Best Bitcoin casino for 바카라 사이트 beginners. 인카지노 Top online casino.