Rabu, 23 November 2016

TP POSTUR KERJA


1.      Jelaskan yang dimaksud dengan postur kerja !
Postur kerja adalah posisi tubuh pekerja pada saat melakukan aktivitas kerja yang biasanya terkait dengan desain arae kerja.

2.      Jelaskan perbedaan dari Rapid Upper Limb Assessment dan Rapid Entire Body Assessment !
a.       Rapid Upper Limb Assessment merupakan suatu metode yang memaparkan analisis postur kerja bagian tubuh atas pekerja. Metode ini digunakan untuk mengambil nilai postur kerja dengan cara mangambil sampel postur dari satu siklus kerja yang dianggap mempunyai resiko berbahaya bagi kesehatan si pekerja, lalu diadakan penilaian/scoring.
b.      Rapid Entire Body Assessment adalah sebuah metode yang dikembangkan dalam bidang ergonomi dan dapat digunakan secara cepat untuk menilai posisi kerja atau postur leher, punggung, lengan pergelangan tangan dan kaki seorang operator.

3.      Jelaskan tahapan - tahapan dari Rapid Upper Limb Assessment !
a.       Pengambilan data postur pekerja dengan menggunakan bantuan video atau foto
b.      Observasi dan pilih postur yang akan dianalisis
c.       Scoring and recording the posture (lihat table scoring)
d.      Action level (lihat table action level)
e.       Analisa posture
f.       Saran perbaikan

4.      Jelaskan menurut anda apa yang dimaksud dengan Musculoskeletal disorder (MSDs)!
Kelainan atau gangguan pada bagian otot, saraf, tendon, ligament, persendian yang  bisa disebabkan oleh kelelahan akibat pembebanan pada otot dengan frekuensi berulang atau kerusakan tiba-tiba akibat aktivitas yang sangat kuat/berat maupun pergerakan yang tak terduga.

5.      Jelaskan apa yang kalian ketahui tentang keterkaitan antara Ergonomi & Postur Kerja!
Postur kerja erat kaitannya dengan Ergonomi karena pada keilmuan ergonomi dipelajari bagaimana untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental melalui upaya pencegahan cedera akibat postur kerja yang salah dan penyakit akibat kerja serta menurunkan beban kerja fisik dan mental, oleh karena itu perlu dipelajari tentang bagaimana suatu postur kerja yang efektif dan efisien



6.      Cari jurnal tentang postur kerja dengan menggunakan metode RULA dan review !

Judul:
Pengembangan Alat Pemotong Tahu Yang Ergonomis dengan Menggunakan Metode Rula

Abstrak:
Alat pemotong tahu ini merupakan penelitian lanjutan dari alat pemotong tahu yang telah dibuat sebelumnya di perusahaan tahu Langen Sari Ungaran. Analisa sistem kerja difokuskan kepada pekerja melalui pendekatan ergonomis dan interaksi antara manusia (pekerja) dengan alat pemotong tahu.
Dengan menggunakan metode rula yang dikembangkan untuk mengetahui postur kerja atau faktor resiko yang patut mendapatkan rekomendasi lebih jauh lagi. Selanjutnya dilakukan perbaikan dan perancangan ulang alat pemotongan tahu. Postur kerja yang tidak benar dan kerja statis yang menjadi faktor resiko utama yang sering dijumpai pada pekerja dapat diketahui dan diukur.
Setelah dilakukan pengukuran dengan metode rula alat pemotong tahu sebelumnya diketahui upper arm skor: 3, lower arm skor: 1, wrist skor: 3, neck skor:2, trunk skor:2, legs skor: 1,muscle skor:1, force: 0 sehingga dihasilkan grand score table sebesar 4 berarti penelitian dan perubahan mungkin diperlukan.
Dari hasil rekomendasi skor metode rula dan pendekatan prinsip-prinsip ergonomi, maka output (luaran) dari penelitian ini berupa solusi dan rekomendasi yang bersifat implementatif. Evaluasi pengukuran metode rula dan kajian ergonomi ini diharapkan secara konkrit menghasilkan sebuah usulan alternatif berupa modifikasi rancangan pemotong tahu, yang sederhana, murah dan mampu diaplikasikan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil kerja di perusahaan tahu tersebut .

Latarbelakang:
Perancangan pemotong tahu ini sebenarnya sudah dibuat sebelumnya, tapi peneliti akan mencoba meneliti dan mengembangkannya lebih lanjut dengan pendekatan metode rula dan prinsip-prinsip ergonomi untuk lebih meningkatkan efektifitas kerja yang dihasilkan oleh sistem manusia mesin, sambil tetap mempertahankan unsur kenyamanan dan kesehatan kerja sebaik mungkin.






Metode:
Teknik RULA yang lebih mengevaluasi tentang tubuh manusia dari postur, kekuatan dan aktivitas otot yang mana digunakan dalam membantu ketegangan otot yang dilakukan secara berulang-ulang. Evaluasi ergonomi ini lebih mendekati pada hasil skor resiko diantara 1 sampai 7. dimana skor tertinggi berarti memiliki level resiko yang terbesar. Skor yang paling rendah (1) bukan jaminan bahwa tempat kerja bebas dari resiko ergonomi sedangkan skor tertinggi (7) bukan jaminan juga ada beberapa masalah dalam bekerja.

Hasil dan Pembahasan:
Hasil ukuran rancangan handel, diameter handel, A, sebaiknya cukup kecil untuk tangan 5 persentil, didapat diameter genggaman 45 mm, maka didapatkan (45-1,645.2) = 41 mm. Demensi B ditentukan dari ketebalan segi empat minimum yang dapat dilewati telapak tangan dengan dimensi statis 95 persentil dan dimensi dinamis ditambah 14% jika pekerja menggunakan kaos tangan, maka (67+1,645. 3) = 72 + (14%*72) = 82 mm, alat potong panjang = 70 mm, lebar G = 120 mm, tinggi D = 5 cm, tinggi meja kerja 5 persentil = (932- 1,645.43) = 860 mm.

Kesimpulan:
Secara umum industri kecil-menengah (UKM/IKM) banyak sekali menggunakan teknologi sederhana dan tepat guna, tetapi sering kali dalam pelaksanaan kegiatan kerjanya tidak memperhatikan faktor-faktor ergonomi. Seperti perancangan kerja/alat dalam melakukan pekerjaan tidak memperhatikan ukuran tubuh (antropometri). Sehingga sering terjadi keluhan-keluhan rasa sakit anggota tubuh. Evaluasi ergonomi paling tidak bisa dikerjakan melalui rancang ulang (modifikasi) terhadap pemakaian fasilitas kerja.

1 komentar:

  1. Merkur - Best Casino for Beginners - XnX Online
    Best online casino at XnX online. 메리트카지노 Best Bitcoin casino for 바카라 사이트 beginners. 인카지노 Top online casino.

    BalasHapus